Ternyata Ada Budidaya Pohon Kurma di Jalan Juanda Depok

1559
Penulis: Iin Setiya Budi
Editor: Bobby Afif
Pohon kurma yang dibudidayakan di Kebun Al-Qur’an, Jalan Juanda, Depok. (Foto: Iin Setiya Budi/DEPOKTIK.co.id).

DEPOKTIK. Guna mengatisipasi kelangkaan bahan pangan perlu dilakukan inovasi baru. Hal inilah yang tengah dilakukan oleh Kebun Al-Qur’an.

Terletak di Jalan Juanda, Depok, kantor dan pusat penelitian Kebun Al-Qur’an tengah mencoba melakukan budidaya tanaman khas Timur Tengah, kurma, agar bisa menjadi komoditas di Indonesia.

“Saat ini kita sedang mencoba membudidayakan kurma di perkebunan kita di Jonggol dan tesnya sendiri dilakukan di sini (Juanda, Depok),” Ujar Hamka, pengelola Kebun Al-Qur’an, kepada DEPOKTIK.co.id saat dijumpai di kantornya Jl. H. Juanda No. 43, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok, Senin (20/3/2017).

Proses pemisahan DNA kurma di Kebun Al-Qur’an. (Foto: Iin Setiya Budi/DEPOKTIK. co.id).

Dalam merawat dan membibitkan tanaman kurma memang memerlukan perhatian yang khusus. Karena untuk dapat membedakan jenis kurma jantan dan betina perlu waktu panjang, sekitar lima sampai tujuh tahun.

“Untuk memisahkan kurma jantan atau betina itu sendiri sudah susah. Kalau secara nampak mungkin kita baru bisa tahun saat pohon kurma itu berumur lima sampai tujuh tahun,” ujar Ryan, peneliti kurma di Kebun Al-Qur’an.

Namun, dengan memakai sistem pemisahan genetik kita dapat mengambil sampel DNA dari pohon kurma yang bahkan masih berusia satu bulan untuk diidentifikasi jenis kelaminnya.

“Jadi nanti sampel kurma kami ambil, terus kami tes di sini, lalu kami pecahkan molekul DNA-nya. Untuk yang berumur satu bulan pun bisa kami cek itu nanti akan jadi jantan atau betina,” jelasnya.

Sample DNA Kurma yang berhasil dipisahkan Kebun Al-Qur’an. (Foto: Iin Setiya Budi/ DEPOKTIK.co.id).

Dalam melakukan pembibitan pohon kurma lebih dibutuhkan banyak betina ketimbang jantan agar dapat berbuah.

“Karena yang bisa berbuah kan betinanya. Jadi untuk 10 betina itu hanya butuh dengan satu jantan saja. Nah, untuk membedakan jantan dan betina ini yang cukup sulit. Jadi ya menjadi kendala tersendiri bagi usaha perkebunan kurma,” pungkasnya.

Komentar Anda