Gerindra Bangun Poros Baru di Pilgub Jabar

115
Penulis: Dew
Editor:

Depoktik – Partai Gerindra dan tiga partai lain, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepakat membentuk koalisi menyikapi Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. Koalisi empat partai itu dinamakan Poros Baru Mendengar.

Pembentukan poros baru itu dilakukan di kantor DPD Gerindra Jawa Barat, Jalan Suci, kota Bandung. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPD Demokrat Iwan Sulanjana, Ketua DPW PAN Ahmad Najib, Ketua DPD Gerindra Mulyadi, dan Sekretaris DPW PPP Pepep Syaiful Hidayat.

“Poros baru merupakan bagian dari upaya kami agar proses demokrasi berjalan kondusif dan proses pilkada berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata juru bicara Poros Baru Mendengar, Mulyadi, Rabu (11/10).

Dalam pertemuan itu Poros Baru Mendengar mengeluarkan enam butir pernyataan sikap. Salah satunya kesepakatan menunjuk tim teknis untuk membuat formulasi koalisi dan menentukan parameter kandidat untuk direkomendasikan. Masing-masing partai juga telah memiliki sejumlah nama untuk direkomendasikan maju di Pilgub Jabar 2018.

Berdasarkan parpol yang menempatkan wakiknya di parlemen, poros ini total mempunyai 36 kursi di DPRD Jabar dengan rincian Demokrat sebanyak 12 kursi, Gerindra (11 kursi), PPP (9 kursi) dan PAN (4 kursi). Jumlah kursi itu sudah cukup untuk mengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Tanpa PKS

Poros baru ini sendiri dibentuk tanpa melibatkan PKS. Padahal, dalam beberapa pekan terakhir Gerindra sempat berhubungan intens dengan PKS.

Kedua partai bahkan pernah bersepakat mengukung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu sebagai bakal Cagub dan Cawagub Jabar. Tidak ada penjelasan dari anggota koalisi mengenai absennya PKS dari poros baru ini.

Di sisi lain, Mulyadi menyatakan poros baru tetap membuka komunikasi dengan partai nonparlemen guna memenangkan Pilgub Jawa Barat.

Partai-partai nonparlemen yang tengah dijajaki di antaranya Partai Bulan Bintang, PKPI, Perindo, dan Partai Idaman.

“Kami mengajak karena mereka sudah punya infrastruktur di daerah,” kata Mulyadi.

Sumber : cnnindonesia.com

 

Komentar Anda